Adhy Pradana. Diberdayakan oleh Blogger.

Universitas Gunadarma

Jam

Resume Kelompok 6

Arti Penting Kepemimpinan Didalam Organisasi

     Suatu organisasi tidaklah tau arah dan tujuan jika tidak ada pemimpin didalam suatu organisasi.Kepemimpinan itu sendiri memiliki arti cerminan terhadap dirinya pada situasi tertentu dan mengajak orang lain untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama.
     Biasanya seorang pemimpin ditunjuk dari segi : pengetahuan , keturunan bangsawan , kuat , jujur , berani , memiliki pengaruh yang besar dan faktor lainnya. Wujud dan pencitraan dari sosok pemimpin ini sangatlah penting didalam sebuah organisasi .Jika ada salah satu anggota merasa terhambat dalam pekerjaannya pastilah seorang pemimpin yang baik ikut turun tangan dalam membantu pekerjaan anggotanya dan langsung turun ke lapangan .Jika tidak ada wujud pemimpin ini tujuan organisasi yang ingin dicapai akan terhambat.

     Pada kepemimpinan didalam organisasi ini juga memiliki beberapa macam fungsi, yaitu : Menyampaikan Informasi , Memberikan Perintah , Memberikan Motivasi , Mengkoordinir anggota ,pekerjaan dan faktor lainnya.
     Pemimpin itu juga harus memiliki beberapa syarat seperti : 
 1. Kekuasaan , memiliki wewenang dari seorang pemimpin.
 2.  Kewibawaan , seorang ppemimpin haruslah wibawa agar anggota nya dapat patuh terhadap dia.
 3. Kemampuan , sumber daya dari kekuasaan
 4. Karismatik , agar menjadi teladan atau contoh terhadap anggotanya .

Sesi Pertanyaan 

1.Jelaskan tipe kepemimpinan presiden-presiden di Indonesia?
 Jawab : a.Presiden Ir.Soekarno adalah tipe kepemimpinan yang karismatik .
               b. Presiden BJ. Habibie adalah tipe kepemimpinan demokratik dan cerdas.                                  c. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah tipe kepemimpinan otoriter , demokratis dan karismatik.

2. Jika terjadi perbedaan pendapat kebijakan apa yang akan dilakukan oleh seorang pemimpin dan berikan contohnya?
Jawab : Seorang pemimpin harus mengetahui konflik yang sedang dihadapi oleh anggotanya dan tau bagaimana ccara menanganinya .Salah satunya adalah dengan pendekatan agar anggota dapat memberikan informasi konflik yang sedang dihadapi ,jika tidak bisa juga pemimpin haruslah tegas dengan cara memberikan surat peringatan terhadap anggota yang sedang konflik.Lalu seorang pemimpin dapat memberikan optional terhadap anggota tersebut.

3. Faktor yang mempengaruhi kepemimpinan ?
Jawab : a.Faktor Kemampuan Personal , seorang pemimpin yang semenjak lahir sudah memiliki jiwa kepemimpinan .
b. Faktor Jabatan , suatu perusahaan bernama HRD ,manajer, dan yang lain. mereka mempunyai sifat kepemimpinan yang sama walaupun jabatan mereka berbeda.

4.Adakah dari organisasi yang pemimpinnya berjiwa otoriter?
Jawab : jawabannya adalah Ada , M.Khadafi adalah contoh seorang preseiden dengan sifat pemimpin otoriter , dan ada Husni Mubarak adalah Presiden Mesir, Ia memerintah selama lebih kurang 30 tahun. Dia adalah presiden terlama mesir. Pola pemerintahannya dinilai bersifat diktator, kejam, dan korup. Kepemimpinan mubarak dinilai penuh dengan skandal dan penyiksaan.

Resume Kelompok 5

Perubahan Dan Perkembangan Organisasi

      Perubahan adalah suatu hal yang telah berbeda dari hal sebelumnya.Perubahan ini bisa terjadi pada kita semua dalam semua bidang dan dapat terjadi kapan saja .Perkembangan hampir sama dengan berkembang yaitu, semakin besar , melebar, dewasa, dan semakin matang.

     Harus ada perubahan dan perkembangan pada suatu organisasi jika tidak terjadi perubahan maka tidak akan tercapai tujuan dari orgfanisasi itu .Setiap organisasi haruslah berubah agar organisasi tersebut dapat berkembang dan dapat mencapai tujuan dengan lebih baik lagi.

     Pada umumnya perubahan yang terjadi dapat menjadi positif atau negatif . Pada perubahan dan perkembangan ini terdapat beberapa faktor , yaitu :
1) Lingkungan yang bersifat dinamis dan kompleks yang dimana organisasi tersebut harus melaukan perubahan 

2) Faktor Internal    : Tujuan , Strategi , dan Kebijakan organisasi , Kegiatan , dan Teknologi yang digunakan.

3) Faktor Eksternal : Politik , Pendidikan , Ekonomi , Sosial , Kebudayaan , dan Teknologi.

     Selain itu juga ada beberapa macam tujuan dari perubahan dan perkembangan diantaranya adalah : Untuk mempererat organisasi , Untuk meningkatkan mutu organisasi , Untuk melakukan penyesuaian terhadap organisasi dan lain-lain.

    Berikut ini adalah tahap-tahapan untuk membuat perubahan dan perkembangan didalam organisasi : 
1) Mengadakan Pengkajian ,dari hal yang sebelumnya terlihat kurang baik didalam organisasi tersebut.

2) Mengadakan Identifikasi , Cermati masalah yang sudah terjadi .

3) Menetapkan perubahan , tetapkan apa saja yang akan dirubah.

4) Menentukan Strategi , menyusun rangkaian strategi untuk mewujudkan perkembangan dan perubahan.

5) Melakukan Evaluasi , mengevaluasi yang akan melakukan perubahan.

Sesi Pertanyaan

1. Sebutkan cara menghindari penghambatan dalam melakukan pperubahan dan permbangan?
Jawab : a.Mempersiapkan faktor pendukung untuk perubahan organisasi.
              b. Memberikan penjelasan tentang keuntungan adanya perubahan , dampak positif dari           perubahan tersebut dan keuntungannya.
              c. Meyakinkan bahwa perubahan organisasi adalah suatu jalan untuk organisasi tersebut       mencapai kesuksesan di segala hal.

2. Sebutkan contoh organisasi yang sedang berkembang dan sebutkan saja apa dampaknya?
Jawab : Salah satu contoh organisasi yang sedang berkembang adalah Organisasi yang memberdayakan kaum miskin ,dampaknya adalah kaum miskin ini dapat bekerja dengan layak dan mendapatkan uang dari hasil jerih payah usaha mereka sendiri.


3. Dalam suatu organisasi adakah suatu cara untuk melakukan suatu perubahan?
Jawab : contohnya adalah a.Melakukan perubahan atau restruktur organisasi ,ini adalah salah satu komponen yang menjadinsasaran perubahan.
b. Melakukan perubahan dari segi sikap dan perilaku dalam berorganisasi dengan melakukan permbinaan terhadap anggotanya .
c.Mengubah tata cara bekerja.

4. Apa yang membuat organisasi itu berubah ? dan apa setiap perubahan itu akan menjadi lebih baik?
Jawab : yang dapat membuat suatu organisasi berubah adalah bagamana cara mereka mencapai tujuannya dengan melakukan perubahan tadi maka organisasi tersebut dapatlah mencapai tujuan itu dengan maksimal , setiap perubahan mungkin akan menjadi lebih baik tergantung bagaimana pembinaan terhadap setiap anggota organisasi itu tersampaikan atau tidak maksud nya,sebagian akan menjadi negatif jika penyampaian terhadap anggota tersebut salah.

5.Faktor apa yang mempengaruhi perubahan dan perkembangan?
Jawab : yaitu adalah faktor eksternal, dari faktor eksternal ini dapat menjadi suatu acuan untuk organisasi agar dapat melakukan evaluasi untuk melakukan perubahan menjadi lebih baik dan mendapatkan inspirasi conntoh apa saja yang akan mereka rubah dan mereka kembangkan.

6. Apa yang terjadi bila perubahan dan perkembangan suatu organisasi tidak berjalan dengan baik?
Jawab : cepat atau lambat organisasi tersebut akan tidak eksis kembali maksudnya adalah jika mereka tidak melakukan perubahan dan perkembangan ini organisasi tidak akan dapat mencapai tujuan mereka yang ingin dicapai .Organisasi haruslah melakukan perubahan dan perkembangan suatu organisasi tidak boleh bersikap kaku,egois dan monoton.

Resume Kelompok 4

Komunikasi Dalam Organisasi

     Komunikasi adalah sebuah proses penyampaian atau transfer dan pemahaman suatu pengertian (meaning). Jadi didalam berkomunikasi, kita menyampaikan pesan yang ada pada kita kepada orang lain begitu juga sebaliknya.
     Didalam suatu organisi komunikasi antar sesama individu sangat lah penting karena dengan adanya komunikasi antara atasaan dan bawahan dapat dengan mudah berkomunikasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan.Apabila komunikasi ini berjalan dengan baik dapat dengan mudah suatu tujuan sebuah organisasi dapat tercapai.Namun jika komunikasi ini terhambat maka tujuan dari organisasi tersebut dapat terhambat.
     Ada beberapa penggolongan dari komunikasi ,yaitu : Komuunikasi Lisan dan Tertulis ,Komunikasi Verbal dan Non-Verbal ,Komunikasi ke atas dan ke samping ,Komunikasi Formal dan Informal ,dan Komunikasi Satu arah dan Dua arah.
     Didalam berkomunikasi juga terdapat jaringan kerja komunikasi.Ada 4 macam jaringan kerja komunikasi yaitu : Jaringan Kerja Rantai, Jaringan Kerja Lingkaran, Jaringan Kerja Roda dan Jaringan Kerja Saluran Total .
     Didalam sebuah organisasi komunikasi tidak selamanya akan berjalan dengan baik ,pasti akan ada suatu hambatan atau konflik yang menimpa organisasi tersebut ,dikarenakan komunikasi didalam organisasi sangatlah penting untuk menjalankan sebuah organisasi agar organisasi tersebut dapat berjalan dengan baik.

Sesi Pertanyaan :
 
1. Dalam organisasi pasti terdapat yang aktif dan yang pasif  ,bagaimana komunikasi yang baik antara kedua tersebut?

Jawab : Pada saat penerimaan anggota baru (open recruitment) pastilah ketua sudah menyeleksi yang mana yang harus masuk kedalam sebuah organisasi dan yang tidak .Untuk anggota yang bersifat aktif ia bisa merangkul anggota yang pasif untuk lebih bisa terbuka dan aktif didalam organisasi tersebut .

2. Jenis komunikasi yang efisien?

Jawab : Menurut saya adalah jenis komunikasi lisan dikarenakan antara anggota bisa face to face dalam menghadapi konflik dan penyelesaiannya atau saling bertukar informasi ,jika tidak dapat berhadapan langsung atau lisan karna perkembangan teknologi sudah semakin maju jadi bisa melalui media sosial contohnya : Skype dll.

3. Jaringan Komunikasi yang paling efisien untuk diterapkan?

Jawab : Menurut saya adalah Jaringan Kerja Total dikarenakan kita dapat berkomunikasi dengan orang yang kita tuju tanpa ada perantara orang ke 3.

4.Cara memecahkan masalah komunikasi didalam organisasi?

Jawab : Cara memecahkannya adalah dengan sistem umpan balik.Akan tetapi kita harus benar benar memahami latar belakang masalah tersebut.

5. Upaya apa yang dilakukan organisi agar tetap eksis dan dapat menjalankan fungsinya dengan optimal?

Jawab : Menjaga komunikasi dengan baik antara sesama annggota maupun dengan atasan atau  bawahan. Komunikasilah  yang paling penting untuk menjaga keeksistensian sebuah organisasi. Jadi jika komunikasi didalam organisasi berjalan dengan baik otomatis organisasiakan dapat selalu eksis.


6. Contoh komunikasi dalam kehidupan sehari-hari?

Jawab : Contohnya dalam dunia pendididikan adalah dosen dengan mahasiswa dikelas dengan adanya komunikasi antara dosen dan mahasiswa maka kegiatan belajar akan berjalan dengan lancar.

7. Faktor utama yang menjadi hambatan suatu komunikasi dalam organisasi?

Jawab : ada 2 faktor utama yang menjadi hambatan komunikasi didalam suatu organisasi, yaitu : 1.Faktor Personal (pribadi) 
2.Faktor Organisasi (konfllik didalam organisasi)

Resume Kelompok 3

Proses Yang Mempengaruhi Pengambilan 
Keputusan dalam Organisasi

       Organsasi adalah sistem yang saling berpengaruh antar orang didalam kelompok yang saling berkerjasama untuk memcapai sebuah tujuan tertentu . Ada beberapa pendapat menurut para ahli tentang definisi organisasi salah satunya adalah yang dikemukakan oleh Ralp Currier Davis , ia mengatakan  "organisasi adalah suatu kelompok orang-orang yang bekerja kearah tujuan bersama dibawah kepemimpinan".Pengambilan keputusan didalam organisasi merupakan sebuah hasil komunikasi dan partisipasi dari organisasi yang melibatkan banyak pihak. G.R Terry mengatakan bahwa "pengambilan keputusan dalam organisasi harus berdasarkan kriteria tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin". ada 5 buah tipe pembuatan keputusan yaitu, pembuatan keputusan ideal,receptive(bersedia menerima pendapat),exploitative(pemeras), hoarding(penimbun) dan bertipe marketing(pemasaran) .Sesuatu yang harus diperhatikan dalam penngambilan keputusan adalah :
1. Jangan pernah menganggap keputusan itu sebagai beban tapi anggap saja sebagai kesempatan.
2. Jangan mengira resiko akan habis,karena tidak ada keputusan tanpa resiko.
3. Pengambilan keputusan tidak harus selalu sesuai dengan fakta .
4. Alur proses pembuatan keputusan adalah meneliti-meringkas-memilih-memeriksa.

Sesi Pertanyaan :
1. Faktor apa saja yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam organisasi?

Jawab : didalam pengambilan keputusan ini terdapat 3 faktor yaitu : kematangan individu, jumlah anggota saat memilih, musyawarah dan mufakat juga diperlukan dalam pengambilan keputusan ini.  Pertama kita meneliti masalah yang di hadapi, pikirkan dengan baik resiko yang akan dialami (bukan hanya satu resiko), lalu eksekusi keputusan yang akan diambil.

2. Dalam pembuatan keputusan bertipe marketing ,bagaimanakan pengaplikasiannya?

Jawab : Biasanya terdapat didalam perusahaan laba (manufaktur), contoh : Uniliver dan Indofood. Inovasi produk yang dikeluarkan kini semakin berkembang, jika salah satu dari produk mereka kurang diminati oleh masyarakat. Mereka akan semakin berusaha untuk membuat produk baru agar konsumen tidak pergi begitu saja dan pemasaran produk mereka menjadi gagal.

3.Maksud dari pembuat keputusan bertipe pemeras,maksudnya itu seperti apa?

Jawab : Salah satu contohnya adalah pada jaman VOC .Program pembuatan jalan yang pada waktu itu pernah dilaksanakan akan tetapi para pekerjanya tidak diberi makan yang layak serta upah yang seharusnya mereka dapatkan. Mereka dipaksa untuk kerja terus-menerus sampai akhirnya banyak diantara mereka yang gugur dalam pembuatan jalan tersebut.

Resume Kelompok 2

KONFLIK DIDALAM ORGANISASI


           
Konflik adalah suatu proses sosial antara 2 orang atau lebih dimana satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain. Didalam suatu organisasi konflik akan terlihat jika kita tidak serius didalam menjalankan suatu organisasi tersebut .Sumber konflik didalam suatu organisasi umumnya terjadi dikarenakan  perbedaan pendapat antara individu . Pendirian dan perasaan yang berbeda satu dengan yang lainnya, maka perbedaan ini menjadi pemicu timbulnya konflik dalam suatu organisasi. Kepentingan individu didalam suatu organisasi pastilah berbeda-beda. Biasanya seseorang cenderung mengikuti suatu organisasi agar kebutuhannya dapat terpenuhi. Selain itu perubahan pola pikir yang mendadak juga menjadi salah satu pemicu terjadinya konflik. Karena cara berfikir seseorang pasti berbeda-beda dan kadang satu individu mudah sekali berubah pikiran sehingga akan memperlambat suatu organisasi untuk mencapai tujuan awal organisasi tersebut.

Cara menyelesaikan konflik yang baik :
 1.) Integrating (Problem Solving)
Cara ini digunakan untuk mengidentifikasi masalah yang sedang dihadapi .Biasanya digunakan karena adanya kesalahpahaman .

 2.) Obliging (Smoothing)
Cara ini digunakan untuk mendorong suatu organisasi agar terjadi kerjasama antar organisasi tersebut.

3.) Dominating (Forcing)
Biasanya orang yang menggunakan cara ini cenderung menggunakan suatu taktik.

4.) Avoiding (Menghindar)
Cara ini biasa digunakan atau cocok digunakan untuk menyelesaikan masalah yang sepele atau rendah.


5.) Compromising 
Cara ini cocok digunakan untuk menangani masalah yang melibatkan para anggota didalam sebuah organisasi yang memiliki tujuan berbeda tapi mereka mempunyai kekuatan yang sama.




Pertanyaan :
1. Berikan contoh konflik didalam organisasi dan cara menanganinya?
Jawab : contoh suatu konflik didalam sebuah organisasi yaitu dengan adanya perbedaan pilihan dalam pemilihan kepengurusan baru. Dan cara mengatasi konflik tersebut adalah dengan 5 cara diatas tersebut yang paling cocok untuk menyelesaikan masalah ini.


2..Bagaimana tanggapan kalian tentang sidang saat pemilhan kketua DPR?
Jawab : ini merupakan suatu conoh tindakan yang tidak mencerminkan bahwa DPR pun belom tentu 1 pemikiran dengan keputusan dari individu yang lainnya dan bukan lah contoh yang baik bagi masyarakat yang seharusnya anggota DPR menjadi panutan diidalam masyarakat.




3.Bagaimana dampak organisasi menyelesaikan konflik yang baik dengan cara problem solving?
Jawab : dampaknya cenderung negatif dikarenakan membutuhkan waktu yang lama dalam penyelasaian dengan cara ini ,dan penyelesaian masalah ini setiap individu harus mengidentifikasi permasalahannya terlebih dahulu kemudian mempertimbangkan dan menganalisa permasalahan tersebut.


4.Contoh konflik Bpk Ahok meninggalkan  Gerindra ,tindakan tersebut benar atau salah?
Jawab : tindakan bapak ahok tidak lah salah karena ahok sendiri yang mengajukan pengunduran diri tersebut walaupun partai gerindra lah yang mengangkatnya agar dapat menjadi gubernur.


5. Diantara 5 penyelesaian masalah diatas,cara yang paling efektif untuk penyelesaian sebuah konflik yang mana?
Jawab : jawabannya adalah kita lihat dulu konflik seperti apa dan tingkat permasalahannya lalu diputuskanlah menggunakan cara yang mana yang paling efektif dalam penyelesaian masalah tersebut.namun cara yang disarankan adalah yang terakhir ,yaitu compromising dikarenakan seimbang antara kepentingan pribadi dengan kepentingan orang lain.

Resume Kelompok 1



ARTI PENTING ORGANISASI DALAM BERMASYARAKAT

     Organisasi sudah banyak digunakan oleh masyarakat untuk menyelesaikan suatu masalah dan untuk mencapai suatu tujuan. Dengan organisasi sesama individu bisa saling bekerja sama. Sebuah organisasi juga tujuan yang berbeda-beda, didalam suatu organisasi kita juga bisa saling bertukar pikiran dan pendapat antara individu yang satu dengan yang lain.Dan pada umumnya organisasi terdiri dari 4 prinsip yaitu Organisasi itu harus mempunyai seorang yang menjabat sebagai kepemimpinan,harus memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, adanya pembagian tugas dan tujuan yang jelas. Suatu organisasi harus memiliki tujuan, karena tanpa adanya tujuan kita akan mendapat kesulitan dalam mencapai suatu tujuan tersebut. Seseorang yang mengikuti organisasi cenderung akan lebih mengetahui lebih detail tentang sebuah organisasi, salah satunya adalah kita dapat membangun karakter diri kita. Dengan adanya organisasi akan memudahkan masyarakat untuk menyalurkan aspirasi mereka,dan dapat membantu masyarakat.




Pertanyaan :
 1.      Bagaimana tanggapan anda tentang organisasi yang menyimpang ?
Jawab : Tanggapan saya tentang organisasi yang menyimpang adalah suatu organisasi itu terdiri dari struktur yang sudah disusun dan tidak mungkin sebuah organisasi itu menyimpang jika tidak ada sekelompok orang atau faktor internal dari organisasi tersebut yang melakukan tindakan diluar dari tujuan organisasi tersebut.

 2.     Organisasi yang dulu dan sekarang itu berbeda, organisasi juga tidak harus bertatap muka. Tanggapan mengenai hal itu bagaimana dan apa sisi baiknya ?
Jawab : Tanggapan saya mengenai pertanyaan ini adalah karena jaman sudah semakin maju dan teknologi semakin berkembang jadi tidak perlu repot-repot untuk saling berkomunikasi face to face melainkan dapat melalui media internet seperti skype salah satunya atau media sosial chating lainnya ,menurut saya bagus dengan keberadaan teknologi yang semakin berkembang pesat didunia maupun di Indonesia.

 3.      Sebutkan contoh organisasi Informal !
Jawab : Pemuda Pancasila, 234 SC,FBR, dan organisasi lainnya.

 4.      Sebutkan contoh organisasi Formal !
Jawab : BEM, FPI dan organisasi lainnya.

 5.      Sebutkan contoh oraganisasi yang bergerak dibidang sosial !
Jawab : LSM , SAR, Posyandu, dan lain-lain.



Teori organisasi Umum 1#

Tugas Kelompok Soft Skill :
Konflik Di Dalam Organisasi






KELAS: 2KA13

NAMA KELOMPOK :
·          Adhy Pradana Andriansyah     ( 10113182 )
·          Aji Ariswanto                                       ( 10113523 )
·          Fildzah Azka                              ( 13113472 )
·          Perdinan A.S                              ( 16113848 )
·          Senna Saputra                           ( 18113370 )
·          Bima                                           ( 11113736 )
·          Mochammad Ilman Samudra   ( 15113561 )
·          Ihsan Inmas Setyama                ( 14113220 )




UNIVERSITAS GUNADARMA
2014/2015


Kata Pengantar
Puji Syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmatdan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini sesuai pada waktunya. Pembuatan makalah ini dengan tujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah “Teori Organisasi Umum I” Makalah ini berjudul Konflik Dalam Organisasi. Tak lupa juga penulis ingin berterimakasih kepada Ibu Ira Phajar Lestari selaku dosen untuk mata kuliah ini.
Makalah ini akan membahas Konflik Dalam Organisasi. Penulis berharap dengan adanya makalah ini akan menambah wawasan pembaca terkait seputar konflik dalam berorganisasi.
Penulis sadar masih terdapat banyak kesalahan maupun kekurangan dalam pembuatan makalah ini, maka dari itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, penulis sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam pembuatan makalah ini.


Depok, 30 September 2014



Penulis


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang


                Organisasi secara umum adalah suatu kelompok atau sebuah wadah yang dibuat untuk mencapai tujuan bersama. Tempat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi ada yang cocok satu sama lain dan ada juga yang berbeda. Adanya tau terbentuknya suatu organisasi tidak lepas dengan adanya partisipasi yang baik antar anggota satu sama lain. Dimulai dari partisipasti materi, keterlibatan jasmani, pikiran, mental maupun emosi.
            Keterlibatan banyak orang dalam suatu organisasi juga mengakibatkan organisasi tersebut mengalami banyak perbedaan dari yang kecil hingga perbedaan yang besar sehingga menimbulkan konflik dalam organisasi tersebut. Namun tidak semua permasalahan yang akhirnya menimbulkan konflik adalah salah, terkadang konflik yang terjadi adalah benar salah satunya mungkin untuk memajukan organisasi itu sendiri agar dapat berjalan lebih baik lagi dari sebelum-sebelumnya. Maka ada baiknya ketika konflik terjadi, semua anggota organisasi berkumpul dan langsung membicarakan permasalahan tersebut dengan kepala dingin agar konflik tersebut tidak berkelanjutan dan semakin membesar. Karena semakin lama konflik yang dipendam, semakin banyak pula keterlibatan orang yang terlibat dalam masalah yang berlarut-larut akan menyebabkan konflik akan semakin lebih pelik dan pada akhirnya akan berdampak pada bubarnya organisasi tersebut dan tujuan awal organisasi pun tidak tercapai.

A.1 Maksud dan Tujuan


                Maksud dan tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk membagikan informasi terkait dengan konflik dalam organisasi agar pembaca dapat lebih mengerti tentang apa itu konflik dalam organisasi dan jenis konflik apa saja yang dapat terjadi dalam suatu organisasi. pembaca juga akan mengetahui sumber apa saja yang dapat memicu tibulnya suatu konflik, dan juga bagaimana cara menyelesaikan konflik tersebut agar tidak berlarut-larut dan pada akhirnya tujuan utama organisasi tersebut dapat tercapai tanpa adanya perpecahan dalam organisasi tersebut.

A.2 Rumusan Masalah


                Dalam makalah ini konflik yang akan penulis bahas adalah konflik yang terdapat dalam suatu organisasi. Berikut adalah konflik yang akan dibahas dalam makalah ini:
1.      Apakah pengertian dari konflik?
2.      Apakah jenis dan sumber konflik?
3.      Bagaimana menyelesaikan konflik yang baik?
4.      Apa contoh konflik dalam organisasi yang sedang terjadi dikehidupan sehari-hari?


BAB II
PEMBAHASAN

B.  Pengertian Konflik


                Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Atau dengan bahasan umumnya konflik adalah adanya pertentangan yang timbul didalam seseorang maupun dengan orang lian yang terdapat dilingkungan sekitarnya. Dalam suatu organisasi konflik biasanya baru akan terasa membesar atau serius ketika salah satu pihak ada yang merasa terhalang atau terhambat mencapai tujuan awal organisasi tersebut dikarenakan oleh pihak lain.

B.1 Jenis dan Sumber Konflik


Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 6 macam :
·         Konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role))
·         Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).
·         Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
·         Konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)
·         Konflik antar atau tidak antar agama
·         Konflik antar politik (adanya perbedaan pendapat antar anggota dalam suatu partai)
·         konflik individu dengan kelompok (kelompok belajar disekolah)

Sumber konflik dalam organisasi pada umumnya terjadi karena hal-hal berikut:
1.      Perbedaan Individu yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan
Dalam suatu organisasi pasti melibatkan banyak orang yang mengakibatkan banyaknya pula individu, pendirian dan perasaan yang berbeda satu dengan yang lainnya. Maka tak jarang perbedaan ini menjadi pemicu timbulnya konflik dalam suatu organisasi.

2.      Perbedaan kepentingan antar individu
Kepentingan individu dalam suatu organisasi juga berbeda-beda. Alasan setiap individu menjadi anggota dalam organisasi pun berbeda-beda. Biasanya setiap individu mengikuti suatu organisasi agar kepentingannya sendiri atau kebutuhannya dapat terpenuhi (diluar dari tujuan utama organisasi). Maka tak jarang pula ketika kepentingan satu orang dalam organisasi dirasa tidak terpenuhi akan muncul pula konflik.

3.      Perubahan pola pikir yang mendadak
Pola pikir setiap manusia berbeda-beda. Cara berpikir dan jangka waktunya juga berbeda. Kadang dalam suatu organisasi terdapat satu individu yang mudah sekali berubah pikiran dan mengganti rencana awal organisasi tersebut sesuai dengan pikirannya sendiri sehingga mungkin akan memperlambat mencapai tujuan awal organisasi. Individu yang seperti inilah yang kerap kali menjadi sumber utama konflik dalam organisasi dimulai.

B.3 Cara menyelesaikan konflik yang baik


                Terdapat beberapa macam cara untuk menyelesaikan konflik diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      Integrating (Problem Sloving). Dalam gaya ini pihak-pihak yang berkepentingan secara bersama mengidentifikasikan masalah yang dihadapi, kemudian memori, mempertimbangkan dan memilih alternatif pemecahan masalah. Gaya ini cocok untuk memecahkan isu-isu kompleks yang disebabkan oleh salah paham (missunderstanding), tetapi tidak sesuai untuk memecahkan masalah yang terjadi karena sistem nilai yang berbeda. Kelemahan utamanya adalah memerlukan waktu yang lama dalam penyelesaian masalah.
2.      Obliging (Smoothing). Sesuai dengan posisinya dalam gambar diatas, seseorang yang bergaya obliging lebih memuaskan perhatikan pada upaya untuk memuaskan pihak lain daripada diri sendiri. Gaya ini sering pula disebut smoothing (melicinkan), karena berupaya mengurangi perbedaan-perbedaan dan menekankan pada persamaan atau kebersamaan diantara pihak-pihak yang terlibat. Kekuatan strategi ini terletak pada upaya untuk mendorong terjadinya kerjasama. Kelemahannya, penyelesaian bersifat sementara dan tidak menyentuh masalah pokok yang ingin dipecahkan.
3.      Dominating (Forcing). Orientasi pada diri sendiri yang tinggi, dan rendahnya kepedulian terhadap kepentingan orang lain, mendorong seseorang  untuk menggunakan taktik “saya menang, kamu kalah”, Gaya ini sering disebut memaksa (forcing) karena menggunakan legalitas formal dalam menyelesaikan masalah. Gaya ini cocok digunakan jika cara-cara yang tidak populer hendak diterapkan dalam penyelesaian masalah, masalah yang dipecahkan tidak terlalu penting dan waktu untuk mengambil keputusan sudah mepet. Tetapi tidak cocok untuk menangani masalah yang menghendaki partisipasi dari mereka yang terlibat. Kekuatan utama gaya ini terletak pada minimalnya waktu yang diperlukan. Kelemahannya, sering menimbulkan kejengkelan atau rasa berat hati untuk menerima keputusan oleh mereka yang terlibat.
4.      Avoiding (Menghindar). Teknik menghindar cocok untuk menyelesaikan masalah yang sepele atau rendah, atau jika biaya yang harus dikeluarkan untuk konfrontasi jauh lebih besar daripada keuntungan yang akan diperoleh. Gaya ini tidak cocok untuk menyelesaikan masalah-masalah yang sulit atau “buruk”. Kekuatan dari strategi penghindaran adalah jika kita menghadapi situasi yang membingungkan atau mendua. Sedangkan kelemahannya, penyelesaian masalah hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan pokok masalah.
5.      Compromising. Gaya ini menampilkan seseorang pada posisi moderat, yang secara seimbang memadukan antara kepentingan sendiri dan kepetingan lain. Ini merupakan pendekatan saling memberi dan menerima dari pihak-pihak yang terlibat. Kompromi cocok digunakan untuk menangani maslaah yang melibatkan pihak-pihak yang memiliki tujuan berbeda tetapi memiliki kekuatan yang sama. Misalnya, dalam negosiasi kontrak antara buruh dan majikan. Kekuatan utama dari kompromi adalah pada prosesnya yang demokratis dan tidak ada pihak yang merasa dikalahkan. Tetapi penyelesaian konflik kadang bersifat sementara dan mencegah munculnya kreativitas dalam penyelesaian masalah.


B.4 Contoh konflik yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari


            Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai Gerindra, Ahmad Muzani menilai pengunduran diri yang diajukan Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok mengada-ada.
Sebab, dalam surat pengunduran diri kepada DPP Gerindra itu, Ahok tak menyebutkan alasannya mengundurkan diri.
"Alasan yang dikemukakan Ahok dalam surat pengunduran diri tidak disampaikan. Apakah tidak setuju Pilkada melalui DPRD atau lainnya," kata Muzani di gedung DPR, Jakarta, Kamis (11/9/2014).
Anggota Komisi I DPR RI itu menuturkan, Ahok bukan kali ini saja mengancam akan hengkang dari partai berlambang kepala garuda itu.
Menurutnya, mantan Bupati Belitung Timur itu juga beberapa kali menyatakan akan keluar dari Gerindra.
"Apa yang dia mau kita tidak tahu. Kita tidak ladeni beberapa kali menyampaikan message (pesan). Kita partai yang tidak bisa digertak-gertak," tuturnya.
Muzani menceritakan, pada saat awal partainya ingin mengusung Ahok menjadi calon wakil gubernur DKI Jakarta pun menciptakan kontroversi yang luar biasa hebat. Hal itu didasarkan Ahok merupakan pendatang baru di Gerindra dan langsung dicalonkan di Pilkada yang cukup bergengsi.
"Pada saat itu elite maupun kader di bawah ribut. Pak Prabowo yang memutuskan bahwa Ahok akan diusung menjadi Cawagub," tandasnya.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama atau yang karib disapa Ahok mengatakan salah apabila ada yang mengatakan dirinya dipecat oleh Partai Gerindra.
Lanjut Ahok dirinya tidak dipecat melainkan  mundur dari keanggotaan partai Gerindra.
“Saya udah pikirkan itu dengan matang, sebelum mereka bilang pecat, saya sudah mundur,” ujar Ahok, di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (11/9/2014).
Ahok mengatakan dirinya sudah menyadari bahwa dengan sikapnya tersebut, akan dipecat dari Gerindra.
Sehingga lanjut Ahok dirinya memilih untuk mundur karena pendpatnya tersebut tidak akan diterima oleh partai.
“Saya tidak terlalu bodoh kok, saya 11 tahun di dunia politik, saya gak terlalu bodoh. Kalo saya dibilang tidak santun, kalau saya datang dulu  kesana, ngomongin , orang udah ngotot mau bagi-bagi kue kepala daerah, saya mau berargumentasi ngomong sampai dower pun tidak bakalan diterima,makanya saya mundur” ujar Ahok.
Untuk diketahui Ketua DPP Partai gerindra Desmond J Mahesa mengatakan Ahok masih tercatat sebagai anggota partai, surat pengunduran dirinya kan segera diproses dan diputuskan setelah masa berkabung Ketua Umum gerindra, Suhardi usai. Desmond mengatakan Ahok akan segera dipecat dari keanggotaan partai.


Berita diatas adalah satu dari sekian banyaknya contoh konflik yang terjadi pada suatu organisasi. Dalam berita diatas kita tidak dapat mengetahui dengan jelas alasan mengapa Ahok mengundurkan diri karena media banyak berpendapat baik pro maupun kontra. Pada dasarnya konflik tidak akan terjadi bila komunikasi antar anggota tidak berjalan dengan baik.


BAB III
PENUTUP

C.  Kesimpulan dan Saran


                Konflik dalam suatu organisasi merupakan hal yang wajar terjadi. Karena organisasi adalah gabungan atau kumpulan orang-orang dengan berbagai ide dan juga pendapat. Hanya saja perbedaan dalam setiap penyelesaian konflik yang terjadi dalam suatu organisasi yang berbeda-beda. Tercapainya tujuan suatu organisasi akan terlihat dengan cara bagaimana anggota antar organisasi itu menyelesaikan konflik tersebut.
            Maka dalam setiap konflik harus diadakan musywarah antar anggota. Dan hindari menimbun konflik berlarut-larut, ketika terjadi konflik sebaiknya segera dituntaskan dan jangan dibiarkan terlalu lama agar tujuan organisasi tetap tercapai.


Referensi

http://biruteknologi.blogspot.com/2014/01/konflik-dalam-organisasi.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik
http://nidafe.wordpress.com/2013/12/25/contoh-konflik-dalam-organisasi-dan-penyelesaiannya/
Gibson, James L. Et al., 1977. Organisasi: Perilaku, Struktur, Proses. Alih bahasa oleh Adriani. Jakarta: Binarupa Aksara.
Greenhalgh, Leonard, 1999. “Menangani Konflik”. Dalam A.Dale Timpe, (Ed), Memimpin Manusia. Alih bahasa oleh Sofyan Cikmat. Jakarta: PT.Gramedia.