Adhy Pradana. Diberdayakan oleh Blogger.

Universitas Gunadarma

Jam

Artikel 1

                                       
                                                    Insiden Rossi Menendang Marquez



SEPANG - Insiden Valentino Rossi yang terlihat seperti sengaja membuat Marc Marquez terjatuh di Grand Prix Malaysia, Minggu (25/10/2015) membuat bos Repsol Honda Livio Suppo naik darah. Pria berkepala plontos itu mengaku pembalap Yamaha sengaja membuat Marquez mencium aspal sirkuit Sepang.

"Itu jelas terlihat Valentino dengan sengaja menendang motor Marquez. Kami akan menunggu keputusan mereka (Race Direction) setelah balapan," seru Suppo dalam live race yang dikutip dari Crash.net.

Dalam seri balap ke-17 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Sepang, Rossi dan Marquez terlibat duel panas di lintasan sejak lap ketiga. Hingga memasuki lap ketujuh, insiden keduanya tak terelakkan.

Sesaat hendak disalip, Rossi sukses mengambil alih posisinya dari Marquez. Namun ketika The Baby Alien hendak menyalip lagi dari sisi kiri motor The Doctor, ia terjatuh dan urung melanjutkan balapan. (Baca Juga: Bikin Marquez Jatuh, Rossi Kena Penalti?)

Dalam tayangan lambat dan foto, Rossi sempat menengok kebelakang sebelum Marquez tersungkur. Tak hanya itu, terlihat gerakan kaki Rossi yang memunculkan dugaan ia dengan sengaja menendang motor juniornya tersebut. Jika terbukti, bukan tak mungkin Rossi mendapat penalti tidak terelakkan.

Rossi sendiri akhirnya keluar sebagai juara tiga di bawah Lorenzo yang keluar sebagai runner up di bawah Dani Pedrosa. Hasil ini membuat Rossi tinggal unggul tujuh poin dari Lorenzo dan akan ditentukan di seri terakhi Valencia.

Peranan dan Fungsi Bahasa Indonesia dalam Kehidupan Sehari-hari



Peranan dan Fungsi Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia memiliki setidaknya dua peranan, yang masing-masing dari peranan tersebut memiliki berbagai fungsi. Peranan yang pertama yaitu peranan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara dan peranan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional .
Seperti yang tercantum pada Undang-undang 1945, bab XV,pasal 36, tertulis bahwa Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia . fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara adalah :
  1. Sebagai Bahasa Resmi kenegaraan, artinya Bahasa Indonesia sering digunakaan dalam situasi-situasi formal. Seperti saat sidang MPR, dapat dibayangkan bagaimana bila pemimpin sidang tersebut menggunakan bahasa daerahnya tentu yang menjadi tujuan sidang tidak akan tersampaikan karena hanya sebagian orang yang mengerti.
  2. Sebagai bahasa Pengantar pendidikan, sama halnya seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Dalam situasi formal seperti di sekolah, pengunaan Bahasa Indonesia tentu sangat diperlukan agar isi informasi dapat tersampaikan.
  3. Sebagai Alat penghubung tingkat nasional, sebagai Negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa, tentunya yang juga berbagai bahasa, dalam event nasional diperlukan bahasa penghubung yang dapat dimengerti oleh semua orang.
  4. Sebagai Alat pengembang Ilmu pengetahuan dan Teknologi, contohnya dalam sebuah skripsi atau tesis yang wajib menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara Nasional yaitu:
  1. Sebagai Lambang kebanggaan bangsa, tentu kita patut bangga pada Bahasa Indonesia karena tidak semua Negara di dunia ini memiliki bahasa nasional. Seperti Negara singapura yang didalamnya tidak menggunakan bahasa singapura melainkan bahasa inggris.
  2. Sebagai Identitas Bangsa, bila kita menggunakan Bahasa Indonesia di luar negeri masyarakat disana pasti akan langsung mengenali bahasa tersebut dari Indonesia karena tidak ada Negara lain yang menggunakan Bahasa Indonesia.
  3. Alat pemersatu dan penghubung antar daerah, artinya Bahasa Indonesia menjadi pemersatu bahasa Tradisional yang terdapat di Indonesia.
Setelah mengetahui Bahasa Indonesia memiliki peranan penting bagi kehidupan, apakah kita tertarik menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari? Muncul suatu pertanyaan apakah sebenarnya yang dimaksud Bahasa Indonesia yang baik dan benar ?. Sesungguhnya pengertian bahasa yang baik dan benar bukanlah berarti kita wajib mengunakan bahasa yang resmi dimanapun dan kapanpun kita berada. Sebagai contoh, apakah kita merasakan canggung bila menggunakan bahsa Indonesia resmi dalam percakapan sehari-hari dengan teman? Jawabannya tentu saja iya. Hal ini dapat menunjukan bahwa bahasa yang baik adalah bahasa yang pengunaannya tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi. Sementara bahasa yang benar adalah bahasa konsisten menerapkan kaidah-kaidah bahasa semacam EYD.
Satu hal yang perlu kita garis bawahi ,yaitu Kita perlu menyadarkan kembali diri kita, pentingnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang memudahkan komunikasi antar sesama, tidak perlu malu untuk menggunakan Bahasa Indonesia sehari-hari namun tentu saja tetap harus menjaga kearifan bahasa lokal.

Artikel 6


Struktur dan Desain Kepemimpinan



Struktur dan Desain Kepemimpinan


A.KEPEMIMPINAN

     Kepemimpinan adalah proses mepengaruhi atau memberi contoh dari pemimpin kepada Pengikutnya untuk  mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan adalah melakukannya dalam kerja dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin,dll.

Ada beberapa sebab seseorang menjadi pemimpin, antara lain :
 1.      Seseorang ditakdirkan lahir untuk menjadi pemimpin. Seseorang menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta didorong oleh kemauan sendiri.

2.       Seseorang menjadi pemimpin bila sejak lahir ia memiliki bakat kepemimpinan kemudian dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan.
Untuk mengenai persyaratan kepemimpinan selalu dikaitkan dengan kekuasaan, kewibawaan, lingkungan dan kemampuan.

Berikut ini adalah beberapa jenis tipologi dari kepemimpinan :
Tipologi kepemimpinan ada 5 yaitu : 
  • Tipe Otokratis: Seorang pemimpin yang otokratis adalah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut: Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi, Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata, Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat, Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya, Dalam tindakan pengge-rakkannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.
  • Tipe Militeristis: Perlu diperhatikan bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. Pemimpin yang bertipe militeristis adalah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat yang bergantung pada pangkat dan terlalu formalitas yang berlebih-lebih serta dituntut sopan santun yang tinggi.
  • Tipe Paternalistis: Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut : menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi (overly protective), jarang memberikan bawahannya kesempatan berpendapat, mengeluarkan inisiatif, dan selalu bersikap maha tau.
  • Tipe Karismatik: Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu.
  • Tipe Demokratis: Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut : dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia, selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya, senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya, selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan, ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain, selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya, dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin. menjadi pemimpin yang demokrasi adalah yang paling susah karena tipe kepemimpinan ini yang paling ideal.
B. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPEMIMPINAN
  • Faktor Internal: Sebagai seorang pemimpin tentu memiliki karakter unik yang membedakan dia dengan orang lain. Keunikan ini tentu akan berpengaruh pada pandangan dan cara ia memimpin. Ada karakter bawaan yang menjadi ciri pemimpin sebagai individu, ada kompetensi yang terbentuk melalui proses pematangan dan pendidikan.
  • Faktor Eksternal: adalah faktor bawahan dan situasi. Faktor bawahan adalah faktor yang disebabkan oleh karakter bawahan, di dalamnya terkait dengan status sosial, pendidikan, pekerjaan, harapan, agama dll. Faktor-faktor itu tentu akan menentukan bagaimana pemimpin mengatur dan mempengaruhinya.



Bekerja Sama dalam Kelompok



Bekerja Sama dalam Kelompok


   Pengertian Kerja Sama adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama merupakan interaksi yang paling penting karena pada hakikatnya manusia tidaklah bisa hidup sendiri tanpa orang lain sehingga ia senantiasa membutuhkan orang lain. Kerja sama dapat berlangsung manakala individu-individu yang bersangkutan memiliki kepentingan yang sama dan memiliki kesadaran untuk bekerja sama guna mencapai kepentingan mereka tersebut.

   Sebagai makhluk sosial, manusia cenderung  hidup dengan cara berkelompok. Berbagai kelompok manusia bisa ditemukan di atas permukaan bumi ini. Dasar pandangan dalam membentuk kelompok itu sendiri bisa berdasarkan dari berbagai macam hal. Mulai dari kelompok orang yang mempunyai hobi yang sama, aktivitas yang sama, sampai kelompok orang yang berasal dari suatu daerah yang sama.
 “ Kelompok adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang berinteraksi dan mereka saling bergantung (interdependent) dalam rangka memenuhi kebutuhan dan tujuan bersama, meyebabkan satu sama lain saling mempengaruhi (Cartwright&Zander, 1968; Lewin, 1948)”.

Karakteristik Kelompok :
1.Terdiri dari 2 orang atau lebih
2.Anggota kelompok harus saling mempengaruhi atau membantu
3.Mempunyai struktur hubungan yang baik antara sesama individu
4.Mempunyai minat atau tujuan yang sama
5.Sesama indovidu saling mengenal dadn tidak membeda-bedakan dengan yang lain.

Tahap-tahap Pembentukan Kelompok :

Tahap 1 - Forming
   Pada tahap ini kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas.


Tahap 2 - Storming
   Kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi.

Tahap 3 - Norming
   Terdapat kesepakatan dan konsensus antara anggota kelompok.

Tahap 4 - Performing
   Kelompok dalam tahap ini dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervisi eksternal.
  
Tahap 5 - Adjourning dan Transforming
   Tahap dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri. Kelompok bisa saja kembali pada tahap mana pun ketika mereka mengalami perubahan.

Kesimpulan Kekuatan Dari Sebuah Kelompok :
  
 Jika sebuah tujuan ingin diwujudkan maka kerjasama dalam sebuah kelompok sangat lah dibutuhkan untuk maju membuat usaha mewujudkan tujuan tersebut akan lebih cepat . Dan jika dari masing-masing individu bekerja sendiri-sendiri ,maka tujuan tersebutpun akan semakin lama untuk terwujud dikarenakan tidak adanya komunikasi yang baik diantara masing-masing individu tersebut